<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541</id><updated>2011-07-30T22:02:33.668-07:00</updated><category term='Jeda Sachree'/><category term='sapa'/><title type='text'>509</title><subtitle type='html'>Saling menguak rasa, mencipta kreatifitas progressif</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://novelpesantren.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-6117799660570610218</id><published>2010-05-05T23:04:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T23:12:16.394-07:00</updated><title type='text'>Prolog Love In Pesantren</title><content type='html'>PROLOG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ‘Love In pesantren’ berkisah tentang empat santri badung yang berusaha memahami makna hidup, di tengah puberitas dan lingkup social yang membentuknya. Dengan keterbatasan waktu, aturan pesantren dan keadaan naluriah sebagai anak manusia, mencipta konflik-konflik kecil dalam hidupnya. Dan dengan kacamata remaja pula, tidak jarang seorang santri mengedepankan ego-nya ketimbang kompromi-kompromi dan pemakluman atas tradisi dan ke’arifan local yang ada di pesantren. Pun sebaliknya ada segelintir orang tua di pesantren, yang kurang begitu memahami karakter dan perubahan pada santri. Dia selalu menjadikan diri dan proses hidupnya sebagai barometer ‘kesucian’ bagi santri-santrinya tanpa mempedulikan tantangan-tantangn santri yang sangat kompleks ketika dia berada dalam lingkup social yang homogen.&lt;br /&gt;Dan yang jelas, di dalam Novel ‘Love In Pesantren’ sebagaimana remaja pada umumnya, kisah cinta tak bisa hilang dari ranah hidupnya, karena cintalah wilayah reflektif yang paling berkesan dan mendalam bagi remaja santri. Sentuhan-sentuhan kasih sayang, gejolak jiwa, proses mencari dan keadaan psikologis yang menuju arah kematangan mengantar remaja di pesantren mencipta kisah-kisah cintanya yang unik dan lain dari kisah remaja pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-6117799660570610218?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/6117799660570610218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/6117799660570610218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2010/05/prolog-love-in-pesantren.html' title='Prolog Love In Pesantren'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-5697913916008172635</id><published>2009-01-14T21:31:00.000-08:00</published><updated>2010-05-05T23:04:33.688-07:00</updated><title type='text'>Membaca Angka 509</title><content type='html'>            Kembali aku mengais masa kecilku yang hingga detik ini mulai habis dalam ingatanku. Ya tiga buah deret angka lima,kosong dan sembilan.Angka dari sekian perjalanan yang selalu kuulang dan kuulang seumur hidupku untuk bertemu dengan angka itu. Pada serpih diaryku masih kuingat betul bagaimana titik idealismeku telah muncul, menjadi satu keinginan,hasrat dan cita-cita. Entah tiga angka yang merefleksikan sebuah kejahatan, dan kehancuran ketika tubuh menabrakkan pada realitas. Namun dengan kesadaranku muncul perkataan aku ingin menapakkan angka pada jantung hingga terbunuh seribu kali, dan ternyata berkali dari sekian waktu yang terbaca melalui gerak kreatifitasku, justeru aku terbekam dan terbungkam dalam angka itu.509.&lt;br /&gt;           Pernah kuungkit angka itu dalam sepenggal puisi ternyata secuil katapun tak mampu kutuliskan dalam puisi. Prosa?tiga angka jika kuurai dalam prosa cerpen apalagi novel justru melesat jauh dari huruf, bisa jadi novelku bercerita tentang sebuah cerita, tapi itu bukan angka 509 atau mungkin cerita tentang 509 tapi itu bukan bagian dari angka itu sendiri. Sederet angka mungkin dapat kubaca menjadi sekian jika aku disiplin dalam kalkulasi, bisa kutambahkan hingga menjadi14, tapi ternyata nurani keadilanku tak berpihak, bagaimana tidak jiga ternyata satu angka tidak terbaca dan tidak menghasilkan apa-apa. nol. Atau kukalikan mungkin menjadi empat puluh lima, 509 menjadi sangat sakral dan bercitra sejarah yang sangat tinggi, karena tahun empatpuluh lima nenek dan guruku selalu memperingatinya sebagi hari kemerdekaan. Tapi apa artinya hari sakral dalam empat lima itu kalau ternyata kembali nol tak memberi nilai. Sebagian dari tubuh yang kurunut tak meneriakkan kemerdekaan bahkan hanyut dalam hampa ya, karena nol.&lt;br /&gt;           Lalu apa 509? bertahun lamanya aku mengingat angka itu, bahkan seorang teman kecilku yang sekarang menjadi kuli di Jakarta selalu memakai angka itu sebagai simbol kekuatan, idealitas hidup dan konon karena angka itu dia menjadi preman dengan. Meski sebenarnya si teman kuliku itu tidak tahu apa-apa tentang arti dan makna angka itu. Di tatoo, tipe recorder, jacket bahkan pada kitab sucinya dia tulis angka itu.&lt;br /&gt;           Kembali aku menguak angka 509 tak penting arti dalam hitungan matematika atau idealitas dalam fiksi yang akan terbangun, namun bagiku tiga angka itu memberikan aku jalan kembali kepada jalan panjang semasa kecil yang pernah ku tapaki. Sebagai anak kreatif yang suka menggambar darah, celurit dan daun singkong. Meski aku bukan simpatisan kekerasan, apalagi berdarah-darah akibat kelalaian pemakai ganja.&lt;br /&gt;           Terima kasih usatadz di pesantrenku dulu karena telah menggambar daun singkong itu, aku ditakdzir hingga meneteskan airmata dan dalam buku BP aku bagian dari anak bandel yang nomer 341. Kembali angka menggelanyutiku....wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-5697913916008172635?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/5697913916008172635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/5697913916008172635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2009/01/membaca-angka-509.html' title='Membaca Angka 509'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-6864357507607670609</id><published>2008-12-21T23:24:00.000-08:00</published><updated>2010-05-05T23:04:33.693-07:00</updated><title type='text'>Menapak Jeda</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="EN-GB"&gt;I’TIMAD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="EN-GB"&gt;( jati diri manusia yang hilang )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Walau entah kemana arah kiblat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:State w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; kucanangkan&lt;br /&gt;Tapi aku jelas bisa menatap titik putih sinar mata&lt;br /&gt;Yang terus menggenangi ceruk di belahan jiwa&lt;br /&gt;Hingga kuredupkan semua pada awan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hari ini rasanya terlalu pagi&lt;br /&gt;Seuntai melati kuikatkan untukmu&lt;br /&gt;Karena embun tak juga dapat kuraup sejuknya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pernah kau impikan aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di masjidmu&lt;br /&gt;Kau rebahkan langit diatas batu untukku&lt;br /&gt;Cintamu menyingkap raga busuk ini menjadi dewa&lt;br /&gt;Dan ikhlasmu membelenggu para musafir&lt;br /&gt;Yang agung oleh kelana bertaburan nama-nama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Aku unta yang tertatih menuju padangmu&lt;br /&gt;Hingga punukku pecah berdarah&lt;br /&gt;Pasir dan badai melahap dikedalaman kabut gelap&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Wahai sang matahari dimana kau simpan panasmu&lt;br /&gt;Untuk membakar kerinduan ini&lt;br /&gt;Dan rembulan pulangkan aku pada setangkai dahan kelapa&lt;br /&gt;Agar aku bisa menatap masa depan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Oh titik suci di dalam kalbu&lt;br /&gt;Kusedekapakan tubuh pada angin&lt;br /&gt;Separuh gelombang laut meridlokanya&lt;br /&gt;Untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengingat bibirmu Yang ranum oleh pesona senja,&lt;br /&gt;Kala membidik utuh tubuhmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Diantara laut dan darat-Nya&lt;br /&gt;Kubawa kau kembali merenda lentera-lentera di tengah laut&lt;br /&gt;Malam itu para sufi melemparkanku dengan egoisnya&lt;br /&gt;Pada mulut-mulut berliur penuh quldi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dan kita….&lt;br /&gt;Anggur kering yang kini basah oleh comberan&lt;br /&gt;Tercampakkan dari taman surga&lt;br /&gt;Berceloteh kebenaran yang membingungkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jogjakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;, 18 november 2002&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Syahdan 22&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Bertahun-tahun kuhempaskan diriku bersama peluh-peluh tangis&lt;br /&gt;Atau memaksa diri menyanyi bersama filsuf&lt;br /&gt;Melarutkan diri bersama bayang-bayang terguncang&lt;br /&gt;Dan tak kubaca Dia, bahwa sinar itu adalah aku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tak mampu kuucap ketika dewi zamroh itu mengejarku&lt;br /&gt;Melambaikan tangan-tangannya yag suci&lt;span style=""&gt;                                                                       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengepakkan syap-sayap perak menebar aroma cinta&lt;br /&gt;Kitab sucikupun robek bersama luka-luka di hati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Cinta adalah akar tempat ku menggantungakan diri&lt;br /&gt;Pohonnya yang rindang menyejukkan hati&lt;br /&gt;Dan hari ini mata pisau menguliti dengan kebutaanya&lt;br /&gt;Menbabat akar menumbangkan pohon-pohon&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Atas nama tuhan dan kebebasan aku lepas&lt;br /&gt;Berlaari tanpa batas,&lt;br /&gt;Beretempat tanpa ruang,&lt;br /&gt;Berdetak tanpa waktu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Msjd Besar Kauman Jogjakarta, 22 November 2002&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;h2 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;MEMBELAH&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;BUMI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;TUHAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Aku berhutang kepadamu langit&lt;br /&gt;Yang telah kau turunkan hujan-hujan&lt;br /&gt;Kau tampung tangis dan kesedihan&lt;br /&gt;Sehingga mawar membisu basah oleh embun yang kau ciptakan&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Berapa gunung emas harus kubayar&lt;br /&gt;Akankah kau minta juga kesucian ini&lt;br /&gt;Bukan itu yang kumaksud&lt;br /&gt;Tapi selendang yang kau balutkan dilehermu&lt;br /&gt;Mengundangku tuk bercumbu dengan malaikat&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tiap pagi orang-orang berteriak memanggil A lalu I dan U&lt;br /&gt;Menghujat manusia penghuni auditorium purnama&lt;br /&gt;Gelagat dewapun menderu, mengejar mengalirkan ekstase&lt;br /&gt;Untuk mengimpikan tiap ruas pulau Macquare di tengah laut&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari pinggiran pantai Montavis sampai ujung selat Magdelon&lt;br /&gt;Tertanam darah dan badai, itulah Tuhan&lt;br /&gt;Yang menggambar manusia dalam bingkai&lt;br /&gt;Laut Scotia bergejolak, keluar dari peta takdir&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;Sapen, Yogyakarta, 23 Februari 2003&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-6864357507607670609?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/6864357507607670609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/6864357507607670609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/12/menapak-jeda.html' title='Menapak Jeda'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-6194066786977840031</id><published>2008-11-17T20:09:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T20:15:50.760-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jeda Sachree'/><title type='text'>Dewi</title><content type='html'>kuasa putih mendelikkan wajah pada tidur&lt;br /&gt;lagi kutulis nama diatas desah yang beruarai rerambut dari surga&lt;br /&gt;kisah,&lt;br /&gt;yang melompat dari matamu adalah jiwaku.&lt;br /&gt;jika kembali kau rebut sehelainya dari rumah kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasti seribu duka menggunung pada leher dan jantungmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kubaca wajahmu,&lt;br /&gt;sekepal arah kuhirup nafas dari mulutmu.&lt;br /&gt;sekian inci telah kudengar luka dari telingamu.&lt;br /&gt;den seperdualima warna dunia hilang,&lt;br /&gt;         ketika sebuah lesung bergoyang pada pipimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-6194066786977840031?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/6194066786977840031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/6194066786977840031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/11/dewi.html' title='Dewi'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-641642244607083790</id><published>2008-11-17T19:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T20:09:21.481-08:00</updated><title type='text'>Jeda Sachree</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membunuh Di Bukit Cemara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlayang waktu pada matamu yang bertabur batu&lt;br /&gt;Aku tahu kepak rindu mencubu ujung cintamu&lt;br /&gt;Seperti juga engkau, masa mengikat jemari sejarah&lt;br /&gt;       yang terulang pada dentuman jiwa.&lt;br /&gt;Perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh, sekali lagi untuk negeri kuungkap wajahmu kekasih&lt;br /&gt;Hemberontaklah pada keperempuananmu.&lt;br /&gt;Dulu pernah kau sanggul pada sarung batikmu&lt;br /&gt;Tapi seuntai cinta.&lt;br /&gt;Memberimu liar, duka menganga diatas jidad logika.&lt;br /&gt;          dengan tangis kau anggukkan kelemahan padaku.&lt;br /&gt;Kurobek segala hormat, kukuak semua hasrat&lt;br /&gt;Engkau tak ada.&lt;br /&gt;Kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi puncak bukit bertabur bunga cemara kita daki&lt;br /&gt;         Untuk sekedar menemukan sebuah cerita bahgia.&lt;br /&gt;Seperti juga duri-durinya pada sebatang kaktus,&lt;br /&gt;Igaumu memberiku labirin waktu yang tak pernah usai.&lt;br /&gt;Nestapamu adalah perempuan di negeri ini&lt;br /&gt;Yang telah berkubang pada debu dan batu.&lt;br /&gt;Tak ada beda. sumpah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga penantianmu di ujung perubahan tak kudatangi&lt;br /&gt;Kau ludahkan segala realitas, untuk sekedar menelan malam&lt;br /&gt;Dan kembali kau hilang dalam kekelamanya&lt;br /&gt;Sayup kelelawar menceritakan kisah seribu perempuan luka&lt;br /&gt;Engkau men-titik pada sekian noda yang pernah kau buang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih,&lt;br /&gt;Engkau lemah.&lt;br /&gt;Kekasih engkau jatuh pada rindu.&lt;br /&gt;Dan meradangkan kepal sebesar kebencianmu padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                              19 oktober 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-641642244607083790?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/641642244607083790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/641642244607083790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/11/jeda-sachree.html' title='Jeda Sachree'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-2308159818264774075</id><published>2008-05-24T20:45:00.000-07:00</published><updated>2008-05-24T20:52:20.380-07:00</updated><title type='text'>Homo Santrikus</title><content type='html'>Kemungkinan besar dari seorang santri adalah gagap dalam menilai sebuah dinamika sosial, kalau tidak terjebak pada sebuiah frame ekstrim radikalisme. Namun tentu setiap santri mempunyai pergulatan psikologi diluar pada umumnya manusia, karena santri mempunyai titik temu budaya yang dibangun dari proses asasi alami. Budaya yang lahir dari hasanah ilahiyyah, bukan budaya yang terbentuk dari konstruksi pemikiran yang berulang yang dicipta manusia.&lt;br /&gt;Pertama, manusia dengan watak keduniawianya mencipta dirinya siap fight untuk sekedar menentukan hidup dan menuju mati. Bekerja, berinteraksi, menjadi masyakat social dan menemukan tatanan. Tentu tatanan ini menjadi ciri khas dari para santri. Karena dalam sub kulturnya para santri menjadi mainstream, bahkan oposisi kehidupan normal yang mendominasi. Karena dalam penilaian sekarang kehidupan dengan lingkar peraturan yang ketat, nilai agama yang tinggi dan bahkan dengan nalar mistis menjadi sebuah kehidupan yang konon abnormal, dibanding mereka yang bebas, rasionalis, atau memuja dunia materi dan mengesampingkan segala immateri.&lt;br /&gt;Yang kedua, watak manusia yang mungkin tidak dimiliki oleh orang-orang pada umumnya. Yaitu masyarakat yang menghadirkan akherat sebagai tujuan yang hakiki. ‘walal akherotu khoirullaka minal ula’ segala kehidupan yang seharusnya rasional dan jasadi-pun akhirnya menjadi mistis. Dunia yang menjadi terminal akhir dari sekian perjalanan manusia yang dalam keyakinan berurut dan melingkar –Nur Muhammad-tanah-lahir-hidup-mati-kubur-akhrat-surga/neraka surg atau neraka adalah kembalinya manusia pada hakekat hidupnya menjadi ‘Muhammad’ (orang yang selamat) atau bukan.&lt;br /&gt;Kedua keyakinan yang dijalani seorang santri tersebut membentuk karakter, tradisi dan budaya secara individu. Penjelajahan terhadap keyakinan yang dilarang, yang merupakan titik awal penjelajahan sejati seorang santri untuk menakhlukkan sesuatu diluar tubuh dan alam yaitu ‘rasa’. Sementara dalam dunia tasawwuf menghadirkan secara sadar (tahu) sebuah palarangan merupakan kemenangan besar seorang salik. Sementara menyalami dunia essensial merupakan titik awal seorang santri untuk menakhlukkan dirinya sendiri dalam jagad makro. Namun yang perlu digarisbawahi, santri sejauh pengembaraanya menemukan karakternya sendiri yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-2308159818264774075?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/2308159818264774075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/2308159818264774075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/05/homo-santrikus.html' title='Homo Santrikus'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-1945776591391693621</id><published>2008-05-22T17:11:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T17:25:53.806-07:00</updated><title type='text'>Jeda Sachree</title><content type='html'>Sepotong kepala di kebun tebu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengeja waktu mengisolasi dili dalam bungkaman&lt;br /&gt;bertekuk pada hujatan panjang si rakus&lt;br /&gt;rubah warnaku kasih,&lt;br /&gt;biar aku menjadi hitam agar tak berbeda denganmu&lt;br /&gt;rubah aku kawan agar aku tidak menjadi putih&lt;br /&gt;agar pucat menyapaku&lt;br /&gt;dalam kerontang (puasa) aku dapat bertemu Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senja itu bunga tebu nampak menjulang&lt;br /&gt;ketika kukejar serpih kuntumnya yang tak lebih adalah kapas putih&lt;br /&gt;langit menjejaki sinarnya pada ruas batang mungilnya yang menguning&lt;br /&gt;dan selambaian daun menitikkan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taman tebu terbakar!&lt;br /&gt;begitulah teriakmu dengan tangis&lt;br /&gt;enampuluh tahun lalu ratusan mayat mati ditengahnya&lt;br /&gt;tubuh terhujam runcing tajam pohon tebu&lt;br /&gt;darah menggenangi parit-paritnya yang tersumbat daun kering&lt;br /&gt;matimu, ketika terpenggal kepala bapakmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam bingkai gurat tua yang tak usai&lt;br /&gt;sentuh jemariku, untuk merakit kembali masamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada sebatang pohon jati yang kini tumbuh di pohon tebu&lt;br /&gt;kugali mayat-mayat buta&lt;br /&gt;menebar mantra menghidupkan sukma&lt;br /&gt;bersama mesin-mesin pendulang cinta&lt;br /&gt;darah hijau&lt;br /&gt;hijau darah&lt;br /&gt;dengan selembar rindu kungkap berontak!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-1945776591391693621?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/1945776591391693621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/1945776591391693621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/05/jeda-sachree_22.html' title='Jeda Sachree'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-6651489436165050961</id><published>2008-05-22T16:49:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T17:11:02.468-07:00</updated><title type='text'>keempat perempuan yang kutemui</title><content type='html'>suatu hari aku baru saja menemukan dua sahabat perempuan, yang satu teman lamaku dan yang satu lagi teman baruku. dua perempuan itu menurutku memang perempuan ideal untuk zaman ini. sama-sama dari pesantren. mereka cerdas, pintar, kreatif, tangguh dan sangat idealis untuk memandang serangkaian pandangan sosial dan agamanya. aku memang sangat menyukai karakter perempuan semacam itu yang lebih lagi mereka selalu kritis dalam mengungkapkan pandanganya.&lt;br /&gt;sebenarnya sih aku tidak begitu aneh, ketika aku kuliah dulu sering menjumpai orang seperti mereka sebagai sarjana sosial. selain itu aku juga sering bertemu dengan perempuan yang keras berteriak. perempuan dari kalangan manapun, berbasik pesantren, atau non pesantren, memakai kata 'emansipasi' atau 'kesetaraan gender' semua sama-sama ingin menunjukkan eksistensinya. bahwa kata perempuan ada atau tidak ada sejatinya sama dengan laki-laki, manusia. yah prototipe demikian memang menarik untuk dianalisa.&lt;br /&gt;yang kedua aku juga bertemu dengan dua perempuan yang mereka juga sama-sama sahabatku, dan mereka juga sama-sama dari pesantren. mereka tangguh, kuat fisiknya, yang satu ikut dalam pembuatan jalan aspal di daerah jawa timur dan yang satu lagi adalah seorang TKI yang menjadi buruh di negeri orang. mereka cerdas bisa menyaring sebuah kultur budaya hingga ketika si TKI itu datang di negeriku dan ketemu aku mengungkapkan bagaimana kebiadaban si boss dan bagaimana penyerapan budaya dalam tubuh mereka yang tertolak oleh psikisnya.&lt;br /&gt;sementara si pembuat jalan aspal itu, mengkritisi negaranya sendiri bagaimana korupsi dalam pembuatan jalan aspal.&lt;br /&gt;keempat temanku itu semua sama, hanya masalah ekonomi sehingga kedua teman yang kedua mengetahui bagaimana posisinya sebagai perempuan di tengah sosialnya. sementara yang satau lagi secara tidak sadar menyeruakkan dirinya untuk sama dengan lelaki. keras. nah yang membuat mereka sama adalah dalam detak sekian detik ada kesadaran kritis bahwa agama mereka masih ada dalam jiwanya. setelah secara kritis ada pemberontakan, sistem, kultur tanpa batas,bias gender dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entahlah ketika aku menulis ini aku ingin menjadi keempatnya. eit! tapi bukan menikahi keempatnya lho!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-6651489436165050961?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/6651489436165050961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/6651489436165050961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/05/keempat-perempuan-yang-kutemui.html' title='keempat perempuan yang kutemui'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-7818590751956867304</id><published>2008-05-22T15:59:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T16:19:48.180-07:00</updated><title type='text'>Jeda Sachree</title><content type='html'>Hologram diatas Makam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada subuh kukumandangkan nyawa, laksanakan sebuah mimpi&lt;br /&gt;lalu ketika dzauq terantuk lelangit, engkau menderingkan nyawaku&lt;br /&gt;                   hidup dalam genggaman mesin&lt;br /&gt;                   cinta berkubang huruf dan angka&lt;br /&gt;                   jeritan tertahan, orgasme yang tak sampai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;toh aku tak menidurimu kekasih&lt;br /&gt;untuk sekedar melingkari nafsu, kita sanggul cinta atas nama Tuhan&lt;br /&gt;toh aku tak memercikkan warna pada intan beningmu&lt;br /&gt;sampai ketika mataku jatuh, kulitku lenyap engkau nyata&lt;br /&gt;                  bergaris nyala, menyilangkan tiap ruas bahgiamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan diantara hilangku, pedang musuh membabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;zahwa,&lt;br /&gt;telah kuurut sebuah nama dari cengkeraman waktu&lt;br /&gt;hingga kutinggal jemariku diantara gigimu yang menyumbuiku.&lt;br /&gt;sebuah kampung yang kusobek dalam petak telah menggelegak.&lt;br /&gt;rindupun datang menyergap diantara perang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih dari satu perjalanan pada musim ini&lt;br /&gt;lebih dari sepekan ketika kuhinggap pada puncak sinai&lt;br /&gt;lebih dari sedetak jantung kuingatimu&lt;br /&gt;lebih dari senyawa angin yang mendesir pada tubuhku&lt;br /&gt;ketika aku mencintaimu diantara darah yang kutebar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ombak, batu dan sekerumunan orang-orang suci, aku pernah ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-7818590751956867304?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/7818590751956867304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/7818590751956867304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/05/jeda-sachree.html' title='Jeda Sachree'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-5540822155836270966</id><published>2008-05-05T01:50:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T01:52:35.845-07:00</updated><title type='text'>Surat Kepada Pak Polisi (Sedikit Cerpen Usang)</title><content type='html'>Tahun 2005 waktu itu ketika ada acara ulang tahun kota Yogyakarta, pada hari H acara, aku disuruh Mas Hamdi Salad untuk menjemput isteri beliau; Mbak Abidah El-Kaliqy ke tempat acara. Waktu itu aku menggunakan sepeda motor alfa 2R milik Mas Hamdi, kendaraan yang sudah menjadi TO (target operasi) semua polantas sepanjang jalan Solo. Karena aku juga tahu dengan keadaan motor yang sudah dihafal oleh semua polisi maka dengan pede jalan kutelusuri. Dari depan stadion Mandala Krida melaju terus menyusuri jalan Timoho, lalu masuk lampu merah depan UIN Sunan kalijaga masih aman, namun Naas ketika harus melewati lampu merah Janti, dari jauh sudah aku lihat lampu hijau akupun menambah gas agar bisa ngejar lampu hijau. Tapi memang naas ketika tiba sampai di lampu lalulintas itu justeru lampu merah, karena sudah kadung ngebut dan terburu-buru akupun lantas melaju terus.&lt;br /&gt;Aku kira tidak ada polisi yang sudi mengejarku karena melihat kendaraan yang aku naiki, tapi malah kelihataaya polisi itu malah ngejar sambil ngejek dengan santainya, sambil mengendarai kendaraan Honda Tiger. Polisi yang kemudian aku ketahui bernama Pak Eko itu membuntutiku tanpa menambah gasnya sama sekali. Sementara motor yang aku naiki semakin aku tambah dan tambah,tapi huh. Aku tarik gas sampai mentog, tapi nampaknya muka pak polisi itu semakin tersenyum, wal hasil aku menyerah tanpa peringatan sama sekali, akupun minggir.&lt;br /&gt;Seperti biasanya surat-menyurat ditanya tapi kali ini Pak Polisi Eko itu sudah tahu bahwa motor itu tanpa surat, dan akupun tanpa SIM. Hanya ada KTP satu-satunya identitas kewarganegaraanku, tapi hari itu KTP sudah menjadi pemilik rental VCD sebagai jaminan. Akhirny aku turut ke pos polisi Janti.&lt;br /&gt;Di dalam Pos interograsi dimulai, namun segera aku berakting dengan muka keburu-buru lagi pula semua polisi di Pos Janti sudah hafal dengan motor yang aku tunggangi, bahwa motor itu milik si tubuh tegap Mas Hamdi Salad, yang tentu tak ber STNK. Sebagai tambahan legalitas aku beri alasan bahwa malam itu aku harus segera menjemput artis. Sang polisi hampir saja tertawa mendengar alasanku, tapi melihat profesiku sebagai penulis mungkin mereka menghargaiku. Akhirnya mereka sangat memaklumi dan membolehkan aku jalan terus tapi harus ada jaminan. Akupun meninggalkan hape Noklia 3310ku sebagai jaminan, setelah sebelumnya aku lihat pulsanya sebesar 2750.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-5540822155836270966?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novelpesantren.blogspot.com/feeds/5540822155836270966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5903898384732714541&amp;postID=5540822155836270966' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/5540822155836270966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/5540822155836270966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/05/surat-kepada-pak-polisi-sedikit-cerpen.html' title='Surat Kepada Pak Polisi (Sedikit Cerpen Usang)'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-4387511535133475051</id><published>2008-05-02T01:56:00.000-07:00</published><updated>2008-05-02T02:20:43.564-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Sistem Budaya yang Terbata-bata.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8P8ikt_SvIE/SBrcbMANXPI/AAAAAAAAAA8/1Bro6waA9hM/s1600-h/DSCN2351.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8P8ikt_SvIE/SBrcbMANXPI/AAAAAAAAAA8/1Bro6waA9hM/s320/DSCN2351.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195707479761968370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;tanggal 23-27 april aku ke jakarta, untuk mengikuti acara World Book Day 2008. macam-macam acara diselenggerakan di tengah berkumpulnya sekian komunitas baca seluruh nusantara. kalau berbicara baca membaca rasanya kita tentu tidak bisa lari dari sastra dimana fungsi sastra itu sendiri adalah untuk mengajarkan manusia tentang baca-membaca, tulisan dan pengajaran.&lt;br /&gt;okey mungkin sastra tidak begitu menarik lagi kalau kita melihat pada sisi datarnya, yang hanya utak dan atik bahasa dan kata-kata. tapi kemudian dapat kita sadari betapa sastra ternyata juga melahirkan sebuah wacana budaya, lihat saja bagaimana sastra 'selangkangan' beberapa tahun ini menjadai heboh hanya karena sebuah kata ditata dan kemudian menjadai cerita dari cerita itu ada makna baik tunggal maupun berangkai menyebut sesuatu yang bagi kita mungkin tabu, 'seks'. seks kita jadikan tabu karena kita makanai adalah sebuah peresetubuhan. sastra menjadai sangat penting ketika kita dann imaji yang menyatu dengan kita dihadapakan pada wilayah, putih, hitam, merah dan yang lainya. dari waran itu kemudian melahirkan sderet kebijakan dan undang-undang.&lt;br /&gt;so, ada apa dengan sastra? rasanya baru kemaren aku meninggalkan sederet bait-bait puisi yang membuatku gila, lalu aku mencoba memahami prosa hingga melahirkan beberapa novel. belum selesai aku mencoba lari dari novel pop, rasanya semakin jauh ketika tiba-tiba diwajibkan harus berhati-hati jangan terjebak dengan sastra selangkangan. ada apa dengan sastra? aku tak peduli selangkangan,payudara,betis, kuku, rambut atau bahkan tidak kelihatan sama sekali karena berkerudung aku hanya menulis novel pesantren. lalu bagaimana jika aku bercerita seorang santriwati yang kabur dari pondok, naik pagar karena pagaranya tinggi diapun harus menaikkan roknya hingga kelihatan pahnya. sastra selangkangankah?&lt;br /&gt;hari itu Ayu Utami memang mencoba melihat sastra pada posisi yang merdeka, dengan menjabarkan obyektifitas kepengaranganya, dengen menjabarakan secara detail arti seksualitas dan cara pandang masayarakat yang konon masih keliru terhadap perempuan. wacana klasik yang menerabas ke wilayah kata-kata. tapi aku meyakini bahwa tentu ada yang mereka idealkan tentang masyarakat indonesia, diantara masyarakat itu ada tetangga kita, ada keluarga kita dan diantara kelarga kita itu adalah saya dan anda.&lt;br /&gt;saya semakin meraba setiap kata yang harus kutulis, bahwa satu huruf mempunyai kekuatan, ketika satu huruf menjadi satu buku diluarnya terhadapa jaringan yang akan mengantarkanya menjadai sistem budaya, perdagangan, politik, agama dan sosial. jika satu huruf itu secara bersama telah membentuk komunitas bukankah itu bagian dari mesin budaya.&lt;br /&gt;lalu Novel Pesantren? aku nggak bisa njawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-4387511535133475051?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novelpesantren.blogspot.com/feeds/4387511535133475051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5903898384732714541&amp;postID=4387511535133475051' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/4387511535133475051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/4387511535133475051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/05/sebuah-sistem-budaya-yang-terbata-bata.html' title='Sebuah Sistem Budaya yang Terbata-bata.'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8P8ikt_SvIE/SBrcbMANXPI/AAAAAAAAAA8/1Bro6waA9hM/s72-c/DSCN2351.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-3427874636752304486</id><published>2008-05-01T23:56:00.000-07:00</published><updated>2008-05-02T01:48:55.001-07:00</updated><title type='text'>Flashback World Book Day 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8P8ikt_SvIE/SBrS-cANXOI/AAAAAAAAAA0/nom-SAj3tko/s1600-h/DSCN2315.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8P8ikt_SvIE/SBrS-cANXOI/AAAAAAAAAA0/nom-SAj3tko/s320/DSCN2315.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195697090236079330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ada dua waktu dimana kita hidup di dalamnya. tapi yang terbaik adalah ketika kita bisa menghadapinya dengan arif dan bijaksana, tidak perlu emosi atau rendah diri. yang kita lakukan adalah mencoba menggali kembali makna hidup. begitulah ketika aku harus keluar masuk kota menuju beberapa tempat. suatau hari aku masuk di sebuah pesantren yang sangat terpencil, mereka selalu menggerutu tentang sesuatu yang sebenarnya bagi kita sangatlah kecil. buku.&lt;br /&gt;ya mereka tidak begitu banyak mengenal buku, bukan karena pesantren melarang mereka untuk membaca buku, tapi kalau kita lihat lebih bijaksana beberapa hal diluar sistem yang mereka bangun yang masih diyakini (dan akupun meyakini) bagus terdapat sistem besar yang menempatkan mereka pada lingkup yang terkecil, terpencil dan jauh. lihat saja bagaimana jalan mereka belum diaspal oleh pemerintah lalu tiba-tiba sebuah minimarket berdiri angkuh menawarkan makanan siap sajai, padahal mereka tidak kelaparan.&lt;br /&gt;pada hamparan kitab kuning, mereka dihadapkan pada sebuah gengsi yang semestinya itu tidak mesti ada. bersarung, kucel dan sikap sederhana justeru menjadikanya obyek empuk sistem apa  saja, bisnis, politik, atau bahkan budaya.&lt;br /&gt;aku tidak peduli mereka tidak bisa makan sushi dengan sumpit, atau mereka tak bisa naik eskalator untuk menuju ke sebuah kamar hotel lantai 5, tapi alangkah indahnya jika mereka hidup dengan berarak buku hingga mereka tidak perlu menanggalkan sarung hanya untuk sekedar masuk minimarket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu terjadi padaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-3427874636752304486?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novelpesantren.blogspot.com/feeds/3427874636752304486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5903898384732714541&amp;postID=3427874636752304486' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/3427874636752304486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/3427874636752304486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/05/flashback-world-book-day-2008.html' title='Flashback World Book Day 2008'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8P8ikt_SvIE/SBrS-cANXOI/AAAAAAAAAA0/nom-SAj3tko/s72-c/DSCN2315.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-2162366115848952598</id><published>2008-04-20T03:17:00.000-07:00</published><updated>2008-04-20T03:19:18.196-07:00</updated><title type='text'>Jalan Keyakinan</title><content type='html'>yang kuyakini sebuah jalan adalah ketika terhempas ke pinggir.&lt;br /&gt;lalu di depan ada sebuah gunung cadas. dikakinya seekor burung pelatuk menghancurkanya. naif memang tapi dia optimis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-2162366115848952598?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novelpesantren.blogspot.com/feeds/2162366115848952598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5903898384732714541&amp;postID=2162366115848952598' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/2162366115848952598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/2162366115848952598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/04/jalan-keyakinan.html' title='Jalan Keyakinan'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-8633488338691193988</id><published>2008-04-13T16:47:00.000-07:00</published><updated>2008-04-13T16:58:11.398-07:00</updated><title type='text'>Ketika Aku Terdominasi Oleh Tubuhku.</title><content type='html'>Semalam saya melihat sebuah proses komunalitas dalam sebuah kantong budaya. titik tekan sebuah komunitas budaya yang idealnya mencari konsep-konsep baru sebuah kebudayaan masyarakat, namun ternyata hanya sebuah pertemuan antar pribadi untuk membahas kemanjaan, harga fashion, atau bahkan saling memberi harga gengsi atas nomer hape yang mereka miliki. ini bukan sekedar menjebak saya pada sebuah dunia baru yang populer, tapi memberi ualng pada nalar kognitif saya untuk memakluminya. tapi aku tidak bisa.&lt;br /&gt;sebuah kantong budaya yang idealnya menjaga pergerakan kebudayaan manusia yang terus berkembang seharusnya menjadi forum kritis untuk berfikir bersama tentang budaya. Saya lebih sepakat untuk sekedar melihat film yang trend kemudian memberi kritik atas film meski tidak terpublikasikan namun kesadaran kritis dari masyarakat atas nuklius terkecil budaya masyarakat yang tersimpan dalam frame film ini akan bermanfaat. Lalu apa kemudian yang muncul dari ranah kehidupan manusia kalau tidak ada lagi kasadaran kritis atas deal-deal budaya yang sama sekali tidak mencerminkan nilai humanis, menghargai lingkungan dan hormat sama hewan? mungkin kita akan menjadi alien kejam bagi makhluk diluar tubuh kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-8633488338691193988?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novelpesantren.blogspot.com/feeds/8633488338691193988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5903898384732714541&amp;postID=8633488338691193988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/8633488338691193988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/8633488338691193988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/04/ketika-aku-terdominasi-oleh-tubuhku.html' title='Ketika Aku Terdominasi Oleh Tubuhku.'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-870777228172363993</id><published>2008-04-10T04:04:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T04:07:43.482-07:00</updated><title type='text'>Dan Waktu</title><content type='html'>dan semua yang kita harap sebuah mimpi, beberapa kali berlanjut dari waktu yang kuhitung selalu tak kutemukan detaknya.&lt;br /&gt;aku berharap menejelang detak mimpi aku menemuimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-870777228172363993?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novelpesantren.blogspot.com/feeds/870777228172363993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5903898384732714541&amp;postID=870777228172363993' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/870777228172363993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/870777228172363993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/04/dan-waktu.html' title='Dan Waktu'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903898384732714541.post-4147378521174707869</id><published>2008-04-07T02:15:00.000-07:00</published><updated>2008-04-07T02:17:29.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapa'/><title type='text'>akhirnya... awalnya...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;selamat datang, kawan...&lt;br /&gt;kita akan berbagi...&lt;br /&gt;kita akan saling berguru...&lt;br /&gt;dan tentu berburu...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5903898384732714541-4147378521174707869?l=novelpesantren.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://novelpesantren.blogspot.com/feeds/4147378521174707869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5903898384732714541&amp;postID=4147378521174707869' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/4147378521174707869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903898384732714541/posts/default/4147378521174707869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://novelpesantren.blogspot.com/2008/04/akhirnya-awalnya.html' title='akhirnya... awalnya...'/><author><name>Sachree M. Daroini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07946692859438121293</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
